Kediri – Indonesian Chef Association (ICA) Kediri Raya menjadi wadah bagi para chef dan pelaku industri kuliner untuk membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan industri makanan dan minuman di wilayah Kediri Raya.
Ketua ICA Kediri Raya, Agus Winarko, mengatakan anggotanya berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari hotel, restoran, katering hingga penyedia makanan atau HOREKA (hotel, restoran, dan katering).
“Teman-teman kami ini ada yang dari katering, ada yang dari pemilik MBG, hotel, restoran, dan grup HOREKA. Jadi, anggotanya memang beragam,” kata Agus, Rabu (14/10).
ICA Kediri Raya mencakup enam wilayah, yakni Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan Nganjuk. Saat ini, sekitar 38 anggota telah terdaftar dan memiliki nomor keanggotaan. Sementara sekitar 15 anggota lainnya masih dalam proses registrasi dan verifikasi.
Agus menjelaskan, dirinya merupakan generasi kedua dalam kepengurusan ICA Kediri Raya. Setelah organisasi sempat vakum selama sekitar satu tahun, kepengurusan kembali dilanjutkan dan dirinya dipercaya memimpin hingga 2028.
Menurut Agus, salah satu kekuatan ICA terletak pada dukungan dan keterlibatan para anggotanya dalam setiap program organisasi. Kolaborasi tersebut tidak hanya berupa keahlian, tetapi juga dukungan peralatan maupun bahan makanan saat kegiatan berlangsung.
“Setiap ada event atau program dari ICA, teman-teman pasti mendukung, baik dari alat maupun bahan. Jadi, semuanya saling mendukung,” ujarnya.
Selain menjadi wadah bagi para chef, ICA Kediri Raya juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas lain yang bergerak di industri makanan dan minuman. Salah satunya melalui kegiatan bersama komunitas barista di Tulungagung yang menggabungkan sajian makanan dan kopi.
“Kalau di Tulungagung kemarin, kami berkolaborasi dengan teman-teman barista. ICA menampilkan makanannya, sedangkan teman-teman barista menampilkan kopinya,” jelas Agus.
Sebagai bagian dari program pengembangan dan pengenalan dunia kuliner, ICA Kediri Raya juga akan menggelar kegiatan masak besar di SMK Kertanegara Wates, Kabupaten Kediri, pada 15 Oktober 2026. Kegiatan bertajuk Satu Sekolah, Sejuta Cerita Berkarya Bersama tersebut menargetkan sekitar 2.000 porsi makanan dan melibatkan siswa dalam proses persiapan hingga pengolahan.
Agus berharap, ICA Kediri Raya dapat terus berkembang serta memperluas jaringan kerja sama dengan pelaku industri kuliner di berbagai daerah.
“Untuk kegiatan, yang paling sering memang di Kediri karena Kediri bisa dibilang sebagai pusatnya ICA Kediri Raya. Namun, kami juga sudah melakukan kegiatan di daerah lain dan ke depan kemungkinan akan ada program lanjutan di Tulungagung,” pungkasnya. kin/mg
